Halaman

    Social Items

Tampilkan postingan dengan label Bisnis. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Bisnis. Tampilkan semua postingan

 

llustrasi startup company
llustrasi startup company, sumber Freepik

Membangun perusahaan rintisan atau umum nya disebut startup bukan menjadi hal yang gampang. Ternyata banyak startup yang belum sempat berkembang namun telah gagal.

Tak seluruh startup bisa sukses untuk meraih kesuksesan dikarenakan beberapa sebab, seperti kurangnya kecocokan pasar-produk sampai ketidakharmonisan team work.

Berikut ini persentase penyebab kegagalan bisnis startup di Indonesia:

  • 42% Tidak ada kebutuhan pasar
  • 29% Kehabisan modal
  • 23% Komposisi team yang tidak tepat
  • 19% Kalah dalam kompetisi
  • 18% Biaya tanggungan
  • 17% Produk tidak ramah pengguna
  • 17% Produk tanpa model bisnis
  • 14% Mengabaikan pelanggan
  • 14% Pemasaran yang buruk
  • 13% Kehilangan fokus
  • 13% Produk diluncurkan pada waktu yang tidak tepat
  • 10% Pivot berakhir buruk
  • 9% Gagal ekspansi
  • 9% Kehilangan gairah dan semangat
  • 8% Masalah hukum
  • 8% Tidak ada pendanaan dari investor

Desainer Aplikasi Gojek Ikut Angkat Bicara Soal PHK Startup:

Presiden Direktur Binar Academy Alamanda Shantika turut berdialog berkaitan badai yang terjadi pada startup dalam sebagian waktu terakhir. Ia yang pernah menjadi Vice Product Gojek mengungkapkan butuh banyak waktu ekosistem menjalankan kalibrasi.

Banyak yang bertanya terhadap aku mengenai ledakan baru-baru ini, dan yang dapat aku katakan hanyalah #iToldYouSo, ujar Alamanda dikutip dari website LinkedIn.

Tetapi menurutnya tak banyak yang berkeinginan menjalankannya kala itu. Serta untuk tujuan ini dengan segala suka dan kesedihan yang kau lalui, Dita Aisyah Ignasius Setolareno dan aku bootstrap untuk Binar selama 4 tahun, jelasnya.

Progres itu pun tidak gampang, karena akan menguji mentalitas sang wirausaha. Mereka mesti menghitung setiap uang yang ada dan menetapkan segala sumber daya sudah dioptimalkan.

Dengan keputusan menjalankan bootstrap, ia mengatakan mengajari membangun fondasi yang kuat dan sehat. Termasuk mengenai membikin berdaya upaya cara untuk dapat memaksimalkan unit yang sehat.

Alamanda yang kini juga menempati posisi sebagai dewan komisaris Mandiri Capital mengatakan ukuran serta kesuksesan startup tak bisa diukur dari keberhasilan mengumumkan pendanaan jutaan dolar.

Ia memuji perusahaan yang bisa berkembang pun malahan tanpa adanya suntikan modal dari pemberi modal. Harusnya mereka yang layak untuk disorot.

Bukan kali ini saja ia menyoroti berhubungan startup. Seperti yang di lansir Detik.com tahun 2016, Ala juga mengatakan ekosistem perusahaan rintisan mulai tidak sehat, terutama berhubungan pembajakan karyawan dan munculnya startup baru dengan menawarkan gaji yang fantastis.

Dikala itu, Alamanda juga sudah menyuarakan ketakutan adanya startup buble. Kejadian serupa dengan dotcom bubble pada 1990-an, bisa membikin perusahaan tak mampu membayar gaji karyawannya.

Simak Penyebab Kegagalan Bisnis Startup di Indonesia, Desainer Aplikasi Gojek Ikut Angkat Bicara